Rabu, 27 April 2011

ITP (Idiopatic Thrombocytopenic Purpura )


Bagi ibu-ibu yang mempunyai anak berusia balita, tentu sudah sangat terbiasa melihat tingkah laku anak-anak kita yang sangat aktif. Yah..maklum,mereka sedang dalam masa pertumbuhan. Mungkin ibu-ibu juga sering melihat bagian dari tubuh anak kita tercinta yang mengalami memar/bengkak setelah mereka seharian bermain. Sebagian besar dari kita selalu menganggap hal itu terjadi karena putra/putri kita terbentur oleh sesuatu benda pada bagian tubuh yang memar/bengkak tersebut. Namun ternyata kita harus lebih waspada, karena ada kemungkinan bahwa memar/bengkak yang terjadi pada bagian tubuh mereka bukan karena benturan tetapi karena sebab lain.
      Kejadian ini kami alami saat si kakak (putra kami yang pertama biasa kami panggil dengan sebutan “kakak”) berusia 3,5 th. Pagi itu tiba – tiba tungkai kaki kakak yang sebelah kiri bengkak  dan memar. Saat  ditanya ,” sakit gak kak kakinya ?”dia jawab “enggak”, dan dia juga masih terlihat aktif bermain seperti biasa, main bersama teman – temannya juga bersepeda  tidak ada yang berbeda dari hari biasanya.Siang hari sepulang main waktu dilihat kakinya bengkaknya bertambah besar, bahkan sore harinya  tungkai  kaki yang sebelah kanannya juga bengkak dan memar. Kami amati selama dia melakukan kegiatan, dia  sama sekali tidak jatuh dan setelah kami periksa seluruh tubuhnya, ternyata di badannya banyak lebam – lebam yang lain dan juga bintik – bintik merah seperti bekas  gigitan  nyamuk tapi tidak hilang  saat diregangkan.
      Karena khawatir, kami membawanya untuk periksa di klinik dekat rumah. Menurut dokter yang melakukan pemeriksaan, kondisi anaknya tidak apa-apa cuma memar akibat benturan biasa. Dokter cuma memberikan obat untuk penghilang memar. Karena kurang yakin dengan analisa dokter, pagi harinya kami coba periksa di dokter anak pada salah satu rumah sakit swasta. Setelah memeriksa dan melihat kondisi anak kami, dokter langsung menyarankan untuk dilakukan cek darah, karena dikhawatirkan anak menderita ITP.
      Setelah hasil lab keluar, ternyata benar anakku menderita ITP. Semua sel – sel darahnya normal kecuali trombositnya yang tinggal 8.000 padahal ukuran normalnya minimal 150.000. Saat itu, juga dokter menganjurkan untuk dirawat inap untuk memulihkan jumlah trombositnya dan dokter juga berpesan untuk benar – benar menjaganya agar jangan sampai terkena benturan, apalagi di bagian kepala karena akan dapat berakibat fatal. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah, jika terjadi luka dengan jumlah trombosit yang sangat sedikit, tubuh akan mudah mengalami pendarahan yang tidak mudah untuk berhenti. Jika terjadi luka atau benturan pada badan anak, pembuluh darahnya akan mudah pecah dan tidak segera berhenti ( kondisi itulah yang menyebabkan bengkak dan memar ditubuh anakku).
      Pemberian obat dilakukan dengan infus, itupun tidaklah mudah karena pembuluh darahnya yang sangat mudah pecah. Kedua tangannya sampai bengkak dan jarum infuse-pun masih belum bisa dimasukkan, sehingga jarum infus akhirnya dipasang dikaki.Hari pertama diopname trombosit belum naik malah turun dari 8.000 menjadi 5.000. Dokter pun menyarankan untuk diganti obatnya (lupa jenis obat apa yang diberikan oleh doker).
      Di hari kedua, Alhamdulillah kondisi trombositnya sudah ada peningkatan menjadi 7.000. Setiap hari anakku diambil darahnya untuk mengetahui jumlah trombositnya dan Alhamdulillah setiap hari selalu naik. Pada saat dirawat dokter juga menanyakan warna BAB-nya. Bingung juga, memang ada apa kok ditanya warna BAB-nya. Ternyata dokter khawatir ada pendarahan diususnya yang ditandai dengan warna BAB yang hitam. Ohhh …baru ingat, ternyata beberapa hari sebelum dirawat anakku BAB-nya berwarna hitam itu, itu tandanya karena ada pendarahan di ususnya. Waktu itu aku cuma berpikir, ini anak BAB-nya hitam banget, padahal dia gak habis makan coklat.
      Alhamdulillah setelah dirawat beberapa hari, BAB-nya sudah normal.Dokter juga menyarankan untuk banyak minum guna membantu meningkatkan trombositnya. Menurut dokter tidak harus jenis minuman tertentu, yang penting minum yang banyak.Setelah seminggu dirawat akhirnya anakku diperbolehkan pulang dengan jumlah trombosit 145.000. Dokter memberi obat (steroid) untuk meningkatkan trombosit.
      Meskipun ITP ditandai dengan memar dan bengkak pada tubuh, tetapi bukan selalu bengkak atau memar pada anak pasti kena ITP juga. Seperti anak keduaku, karena masih trauma dengan penyakit kakaknya sewaktu ada memar dibadannya langsung dibawa tes darah dan hasilnya Alhamdulillah normal. ITP juga bukan merupakan penyakit turunan atau menular.
Apa itu ITP (Idiopathic Trombocytopeni Purpura)?
Idiopathic artinya tidak diketahui penyebabnya. Trombocytopeni dapat diartikan darah merah yang tidak cukup memiliki kandungan trombosit, dan purpura berarti luka memar berlebihan. Dalam tubuh penderita ITP, komponen-komponen di dalam darahnya kondisinya normal kecuali trombosit.

      Ada 2 jenis ITP yaitu :

1.   ITP akut : jenis ini akan sembuh dalam waktu dibawah 6 bulan,sering terjadi pada  anak usia 2 – 8 tahun.
2.   ITP kronis : jenis ini akan sembuh lebih dari 6 bulan, biasanya menyerang wanita usia produktif yaitu dibawah 35 tahun. 

      ITP pada anak- anak umumnya termasuk type akut (lama waktu kurang dari 8 bulan).Biasanya dialami setelah ada kejadian infeksi virus dalam tubuh si anak. Pengobatan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga sel darahnya normal lagi, kecuali kalau ternyata si anak menderita ITP jenis kronis maka perlu waktu yang lebih lama lagi untuk penyembuhanya. Seorang penderita ITP didalam tubuhnya membentuk antibody yang dapat menghancurkan sel – sel darah merahnya, sedangkan antibody sebenarnya bertugas untuk membunuh virus yang masuk kedalam tubuh.
      Pada umumnya ITP pada anak berbeda dengan dewasa.Sebagian penderita memiliki jumlah sel darah merah yang sangat rendah yang menyebabkan terjadinya pendarahan tiba – tiba,misalnya memar, gusi berdarah, mimisan dan pendarahan pada usus. Pada kasus orang dewasa jika pengobatan sudah tidak memberikan hasil  dapat dilakukan pengangkatan limpa.Limpa merupakan organ yang memproduksi sebagian antibody.
      Gejala ITP mirip dengan demam berdarah yang membedakan adalah proses terjadinya kerusakan trombosit. Pada demam berdarah disebabkan adanya infeksi kuman dengue, sedangkan ITP disebabkan antibody yang menghancurkan trombosit.Perbedaan lain ITP gejalanya berupa bercak – bercak kemerahan atau ruam kebiruan dikulit. Sedangkan demam berdarah bila sudah parah berupa bintik – bintik merah. Penderita demam berdarah juga mengalami demam dan penurunan trombosit tapi berlangsung normal dalam 8 hari. Sedangkan penderita ITP tidak mengalami demam dan trombosit rendah lebih dari 8 hari.    
      Demikian sekilas pengetahuan mengenai ITP, sehingga kita bisa lebih waspada terhadap kondisi putra putri kita pada saat mereka mengalami memar/bengkak pada bagian tubuhnya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya.  

By Desy Ratnaharyani
                         

2 komentar:

I putu Artana mengatakan...

Bu ITP pada anak ibu pernah kumat lagi apa nggak?

I putu Artana mengatakan...

Bu ITP pada anak ibu pernah kumat lagi apa nggak?

Template by : kendhin x-template.blogspot.com